PESANTREN SABILIL MUTTAQIEN
Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) pada mulanya bernama “Pesantren Takeran” yang merupakan pesantren sentris dengan sistem pengajaran melalui pendekatan pondok murni. Pesantren Takeran didirikan oleh Kyai Hasan Ulama’ yang merupakan seorang ulama’ ahli hikmah sufiyah (sebagaimana tertuang dalam Majmu’ah Risalah) dengan dibantu oleh Kyai Moh. Ilyas pada tahun 1880M/1303H. Pengembangan Pesantren Takeran tetap berlangsung sampai pada akhirnya Kyai Hasan Ulama’ wafat pada tahun 1914M / 1337H. Kelangsungan Pesantren Takeran diteruskan oleh putra sulung beliau yaitu KH. Imam Muttaqien. Sistem yang digunakan tetap mempertahankan cara “magersari” yang telah ditanamkan oleh Kyai Hasan Ulama’, hanya pengembangannya yang menjadi lebih luas.
Setelah KH. Imam Muttaqien wafat pada tahun 1936 M maka Kyai Imam Mursyid Muttaqien yang merupakan putra sulung almarhum, memprakarsai adanya sistem pembaharuan dengan pola kepemimpinan Pesantren. Pada dasarnya sistem ini adalah lebih mengembangkan potensi para Kyai/sesepuh pesantren yang memiliki spesialisasi ilmu agama dalam arti luas, sehingga pengenalan sistem dirintis melalui pembidangan tugas yang terkoordinir dalam satu mekanisme kelembagaan yang bernama “Majelis Pimpinan Pesantren”.
Dalam perkembangannya, setelah beberapa tahap pembicaraan yang mendalam dan mendasar, Kyai Imam Mursyid Muttaqien secara konsepsional membuat metode pengembangan Pesantren dengan suatu sistem kelembagaan yang terorgainisir dalam suatu mekanisme organisasi yang diberi nama “PESANTREN SABILIL MUTTAQIEN” dan dikukuhkan dalam rapat besar Pesantren di Masjid Jami’ Pesantren Takeran, tepatnya pada tanggal 16 September 1943M/9 Syawal 1362H.
Dalam rapat besar ini telah dicanangkan oleh Kyai Imam Mursyid Muttaqien adanya pengelolaan/pengembangan Pesantren yang terpadu melalui sistem mekanisme organisasi dengan kelengkapan struktur dan fungsinya. Sistem ini sama sekali tidak mengubah dasar/jiwa pendiri Pesantren Kyai Hasan Ulama’, tetapi merupakan pengembangan sistem yang lebih komprehensif/akomodatif dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat sehingga tujuan pokok PSM dapat tercapai lebih sempurna, yaitu:
“Memancarkan yang seluas-luasnya pendidikan tentang Islam, sehingga pesantren ini mampu menghasilkan orang yang cakap dan tinggi kefahamannya tentang Islam, rajin berbakti dan beramal kepada masyarakat, berdasarkan taqwa (tunduk kepada Allah) sehingga menjadi orang yang ber-Ilmu, ber-Amal, ber-Taqwa”.